"dimana hatiku? siapa yang menemukan hatiku?".
Kemudian dia melihat seorang anak kecil sedang menangis kerana dipukul ibunya. Si ibu membiarkan anaknya di luar dan mengunci pintu rumah. Anak itu menoleh kanan dan kiri. Dia tidak tahu ke mana harus pergi dan ke mana harus dituju. Dia pun kembali ke depan pintu rumah, lalu menyandarkan kepalanya diambang pintu dan tertidur. Ketika terjaga, dia menangis dan berkata,
"ibu, siapa yang akan sudi membukakan pintunya untukku jika engkau tutup pintu rumahmu dan melarangku masuk? siapa yang akan megambilku jika engkau mengusirku? siapa yang akan mengasuhku jika engkau tidak peduli kepadaku?".
Seketika ibunya mengintip anaknya dari sela2 pintu dan melihat airmata anaknya mengalir deras di pipi.Hati ibu mana yang tidak tersentuh. Si ibu lantas membukakan pintu dan segera meraih anaknya sambil berkata,
"Anakku sayang, engkaulah yang membuatmu mendapat hukuman ini dan engkaulah yang membuatku melakukannya. Seandainya engkau taat kepada ibumu, tentu engkau tidak mendapat hukuman ini dariku".
Melihat kejadian itu, anak murid Dzun Nun mula tersedar. Dia kemudiannya berteriak, "Aku telah menemukan semula hatiku".
Saya termenung memikirkan kisah itu. Dua tiga minggu yang lepas, hati ini dilanda penyakit yang tak tau apa namanya. Terasa terlalu sempit, kadang sedih namun tak tahu di mana puncanya. Saya cuba mencari ketenangan dalam sujud, dalam bacaan al-Quran, dalam bait2 zikir al-mathurat namun seakan2 tiada kesan di hati.
Sudah..apa kena pulak dengan hati ni..??
Dan saya menemui cerita di atas. Ya..tiada cara lain untuk menemukan semula ketenangan di hati melainkan memohon dengan sesungguh hati kepada Allah.Mohon agar diberikan hati yang baru, lebih kental, lebih positif, lebih beriman...
Kitalah yang sebenarnya menentukan diri kita bagaimana. Apa2 hal check diri tu dulu, baru benda lain..

Dapatkan Mesej Bergambar di Sini
Namun adakalanya tak semua benda yang diminta tu dapat, betul tak??
Aku minta kepada Allah setangkai bunga segar,
Dia berikan kaktus yg berduri..
Aku minta kupu2 yang indah,
DiberikanNya aku ulat..
Aku kecewa dan sedih
Namun..
Tak lama kemudian kaktus itu berbunga indah,
Dan ulat2 menjadi kupu2 yang cantik,
Begitulah cara Allah menyayangi kita,
Selalu indah pada waktunya,
Allah tak memberi apa yang kita HARAPKAN,
tetapi memberi apa yang kita PERLUKAN..
Kadangkala kita sedih, hampa dan kecewa,
namun diluar pengetahuan kita
Allah mengaturkan jalan yang TERBAIK buat kita.
Jadi, mari kita rendahkan diri dihadapanNya. Selalulah mengetuk pintuNya..
"Orang yang terus mengetuk pintu, pintu tersebut akan dibukan untuknya"
(Abdullah bin Masud r.a)
p/s: bila baca cerita tu teringat zaman kecik2 dulu bila kena marah dengan mak..huhu..

No comments:
Post a Comment