Pages

Sunday, December 5, 2010

~Lelaki Impian~


Alhamdulillah...

Hari ini, sedang 'menyelongkar' isi internet, saya terjumpa artikel ini di satu laman favorite saya, Education Corner. Ada apa yang menarik? Nak tahu silalah baca..Bagus bangat sih.. :)

*      *      *      *      *

“Semua laki-laki egois ya mi ?! kita tidak boleh marah, kayak umi gak boleh marah pada abi, demikian juga abang gak mau kalau Nisa marah padanya, tapi dia sendiri kalau marah sama Nisa kapan saja dan dimana saja, juga Nisa lihat abi seenaknya aja deh mi. Misalnya umi udah beresin rumah capek-capek, eh dalam sekejap abi berantakin lagi. Apa gak capek ya mi bila menjadi perempuan seperti kita gini. “ rungut Nisa anakku yang baru berusia 12 tahun dan juga baru saja melalui masa akil balighnya dimulai sejak 3 bulan yang lalu.



Yang dia rasakan setelah akil baligh begitu banyak aturan menimpa dirinya, tidak boleh pakai rok tanpa celana panjang, tidak boleh lagi buka tudung, tidak boleh tertawa terbahak-bahak dengan kawan lelaki, tidak boleh bersentuhan dengan kawan abi, paman, kawan abang dan kawan sekolahnya sendiri. Dan ditambah pula dengan tambahan tuntutan lain seperti harus rajin bantu ibu di dapur, harus bisa masak dan mencuci piring, tahu bumbu dapur. Semua itu Nisa rasakan beda dengan abang, kalau abang tak tahu apa-apa juga tidak apa-apa, namun Nisa… Wah no comment deh, tidak mudah untuk mengatakan tidak untuk semua tugas yang menumpuk di rumah.


Apalagi bila tidak ada pembantu, maka abi dan umi selalu memanggil nama Nisa, sedangkan abang selalu saja asyik baca buku cerita, atau abang boleh main bola dan membantu bersihkan rumah sebatas buang sampah dan menyapu halaman depan, itupun tidak tuntas, karena lamanya bukan main, langsung umi mengambil alih sapu dan serokan yang abang pegang. Akhirnya ketika suatu hari umi menangis dimarahi abi (biasa toh suami istri bertengkar, dan biasanya karena umi tidak mampu marah balik, maka umi menumpahkan perasaan jengkel dan sakit hati dengan menangis), diam-diam Nisa menyentuh tangan umi dan menyiratkan “ persahabatan’’, seakan-akan ingin mngungkapan: ‘sabar ya mi, Nisa ngerti banget perasaan umi sebagai perempuan,” dan diam-diam, si Rayhan bungsu kami yang baru saja berusai 7 tahun menunjukkan juga simpatinya pada umi. Akhirnya Rayhan menyelusupkan kepalanya yang botak kedalam pelukan umi yang masih berlinangan airmata dan senyum pasrah.


kemudian dalam diam Nisa menulis disecarik kertas :”sabar ya mi, lelaki memang egois, tapi mereka pelindung kita kan mi, mumpung belum terlambat, Rayhan bungsu kita,kita jadikan laki-laki impian yuk mi, yang mampu melindungi para wanita namun juga mampu meredam emosinya dan bersabar serta tidak egois .”


Perlahan Rayhan dididik Nisa membantu pekerjaan rumahtangga, walau hanya memegang sapu kecil, mencuci gelasnya sendiri, membuang sampah pada tempatnya, namun keterlibatan Rayhan dalam membantu pekerjaan di rumah, membuat Nisa merasa bahwa Rayhan kecilnya akan menjadi ‘lelaki impian’ bagi siapa saja, dan Nisa remaja bertekad akan membantu Rayhan menyeleksi calon istrinya nanti, he he… karana lelaki impian itu adalah hasil didikan Nisa, jadi siapa yang mau menjadi istrinya kelak,harus lewati ujian Nisa dahulu.


He he… pikiran ini cukup membuat Nisa semangat lagi dalam bekerja membantu ibu di rumah dan sekaligus ‘mempekerjakan’ Rayhan adik bungsunya, si ‘ lelaki impian.’ Hmm kata siapa urusan rumah tangga hanya urusan para wanita?!

Sumber : http://jisc.eramuslim.com/jendela_hati/display/295-lelaki-impian


*      *      *      *      *

Hah...dah habis baca??
Dapat tangkap tak pointnya..??
Banyak pointnya kat situ..

Tak salah kiranya seorang lelaki ingin membantu ibunya, kakaknya, adik perempuannya bahkan isterinya dalam melaksanakan kerja-kerja di rumah. Malah itu akan lebih menggembirakan mereka.

Apa..?! Tak macho la..?!
Habis tu Rasulullah pun tolong isterinya bahkan baginda sendiri menjahit kain yang koyak itu kira tak macho ka..??

Apapun, kalau kita mudahkan kerja orang lain Allah juga akan mudahkan kerja kita..Tak gitu..?? hehe..

Akhir kalam,
jom sama-sama buat kerja rumah (lebih-lebih lagi perempuan la kan..Lelaki pun boleh tolong juga) . Moga sama-sama beroleh pahala. (^_~)


note : Kalau dapat suami yang boleh tolong buat kerja rumah kira bonus la kan..Tapi ni bukan kriteria utama. Yang penting Imannya terjaga dan bertanggungjawab terhadap Deennya. Dan, membawa kita lebih tsabat di jalanNya..(Pesan mak saya..Akan diingati sentiasa..)




2 comments:

  1. syukran atas link web nih..

    tp tak tau apa iktibar ana bleh ambik... :)

    (education corner)
    http://jisc.eramuslim.com/

    ReplyDelete
  2. iktibar dari artikel tu ke??
    banyaklah..bacalah btul2..:)

    ReplyDelete

Man Ana...???

My photo
Kuliyyah of Islamic Revealed Knowledge and Human Sciences. International Islamic University Malaysia. Full time student and muslimah

Thanks for coming..i'll visit u back insyaallah..^^,

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails

Dalam sujud cintaku-Devotees



Apa kata anda??